Minggu, 23 Juli 2017

“Si Blue, Si Bola Berekor”

Bagian 3

Perjalanan Ke Negeri Angin

Oleh: Syaiful Bahri


Dengan ke dua tangannya. Nenek memutar-mutar bola biru itu. Pada saat yang bersamaan tubuh nenek mengeluarkan cahaya biru. Cahaya biru itu bertambah terang. BIbo hanya bisa memandang tubuh nenek yang berdiri tegak di samping ranjang tempatnya duduk tadi. Nenek berusaha untuk menguasai dirinya. Dan cahaya biru itu menghilang dari tubuhnya. Nenek terlihat menarik nafas dalam-dalam. Ia terlihat sangat lega dan berusaha tersenyum kepada BIbo.

“Nek..nenek baik-baik saja?” Tanya BIbo khawatir ditengah keheranannya tadi. Baru kali ini ia melihat kejadian aneh yang menimpa diri neneknya. BIbo juga masih tidak tahu, dari mana bola biru itu muncul. Kenapa tiba-tiba tubuhnya menjadi hangat saat tangannya menempel di gambar bola biru yang ada di samping kiri bajunya. Ia hanya tahu kalau bola biru itu tiba-tiba sudah ada di tangan nenek.

Anggukan kepala nenek membuat BIbo menjadi lega. Dilihatnya sang nenek sudah bisa menguasai diri dan tersenyum. Sedangkan BIbo masih merasakan seluruh tubuhnya dibalut cahaya biru dari bola biru itu. Ia sudah berusaha untuk melepaskannya. Tapi tidak bisa. Cahaya biru itu semakin kuat membalut tubuhnya. Tiba-tiba saja nenek berjalan mendekatinya dan memberikan bola biru itu kepada dirinya.

“Bola biru ini sekarang menjadi milikmu. Ia akan menjadi sahabat setiamu.” Terdengar kata-kata nenek cukup jelas ditelinga BIbo.

BIbo menerima bola biru itu dengan kedua tangannya. Disaat yang sama, cahaya biru ditubuhnya lenyap. BIbo ingin mengucapkan sesuatu kepada neneknya, tapi nenek lebih dahulu berbicara kepadanya.

“BIbo, bola biru ini memilihmu untuk menjadi sahabat setiamu. Namanya ‘Blue, si bola berekor’ Jaga Blue dengan baik, ia akan membawamu ke dalam sebuah petualangan.” Nenek menepuk-nepuk pundak BIbo dan menaruh harapan dan kepercayaan yang besar kepadanya.

BIbo masih belum mengerti maksud neneknya dan kejadian yang barusan dialaminya. Tapi ia masih mengingat mimpinya semalam. Ia melihat si Blue terbang bersamanya di sebuah istana cahaya. Blue memiliki ekor yang muncul dari lingkaran biru lubang angin bolanya. Ekornya warna biru api yang menyala.

“Nek, apa maksud nenek dengan sebuah petualangan?”

“Nanti kamu akan tahu BIbo, kejadian hari ini adalah rahasia kamu dengan nenek.” kata neneknya sambil berlalu dari hadapannya.

“Nek, bagaimana dengan baju putih ini?

“Baju itu menjadi milikmu. Jika kamu ingin terbang bersama Blue, panggil nama Blue…, sebanyak dua kali dan berteriaklah.”

“Jadi BIbo bisa terbang dengan si Blue nek? Cihuii….asyik….!!!” teriak BIbo gembira. Ia tidak menyangka, liburannya kali ini benar-benar mendapatkan kejutan yang luar biasa dari neneknya. Namun ia juga bertanya-tanya, darimana asalnya si Blue, kenapa neneknya bisa sangat tahu tentang si Blue.
Nenek keluar dari kamar. Ia mengambil sapu dan menyapu lantai rumah. Diikuti dengan BIbo dan Si Blue. BIbo membawa Blue keluar kamar. Dan bermain di luar rumah. Ia menendang dan menyepak-nyepak Blue. Di buatnya sebuah gawang kecil di sudut halaman. Asik ia bermain bola. BIbo menendang Blue ke gawang dan, “Gooolll……” terdengar teriakan BIbo dari halaman rumah. Nenek yang sedang menyapu melihat BIbo dengan tersenyum dari depan teras. BIbo tidak perlu berlari-lari untuk mengambil bolanya, karena Blue kembali dengan sendirinya. Si Blue adalah bola birunya yang ajaib.

Wuzz…wuzz….Si Blue sudah ada di dekat BIbo dan siap untuk bermain lagi. Tapi BIbo sudah kelihatan sangat kelelahan. Ia duduk dan merebahkan badannya di atas rumput. Matanya memandang langit yang cerah. Langit itu berwarna biru. Ia teringat pada Si Blue, Apakah Blue berasal dari langit yang berwarna biru itu?  tanya BIbo pada dirinya sendiri. Disaat itu ia pun melihat pohon mangga yang sedang berbuah. Timbul keinginannya untuk makan mangga. Tapi buahnya berada di pucuk pohon yang tinggi. Bagaimana aku bisa mengambilnya? Pikir BIbo. Tapi BIbo mendapat ide. Ia pun lansung bangkit dan berdiri.

“Blue…..Blueee……” teriak BIbo memanggil nama si Blue, Si bola berekornya. Tiba-tiba Blue melesat terbang mendekatinya. Ada ekor yang keluar dari bulatan bola birunya.

Hup! BIbo meloncat naik ke atas bola birunya yang sudah mengeluarkan ekornya. Kaki BIbo dengan cepat menempel erat. Dan meminta Si Blue untuk terbang mendekat kepucuk pohon mangga yang berbuah.

Wuzzz……dalam sekejap BIbo sudah sampai di atas pucuk pohon mangga dan memetik beberapa buah mangga. BIbo sangat gembira dirinya bisa terbang bersama Si Blue. Dalam hatinya ia mengucapkan rasa syukur karena sudah dipertemukan dengan Si Blue.

 Baca Juga:: Misteri Bola Ajaib Bagian 2
 Perjalanan Ke Negeri Angin.
Lihat-Lihat juga:Seputar Rumah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar