Jumat, 21 Juli 2017

"Misteri Bola Ajaib"

Bagian 2

Perjalanan Ke Negeri Angin

Oleh: Syaiful Bahri

BIbo terbang di rumah nenek. kakinya tidak bisa lepas dari bola biru itu. Tubuhnya juga masih di selimuti cahaya biru. Nenek sudah berdiri dari kursi rotannya. Hanya menunjuk tangannya ke tubuh BIbo dan bola biru itu melepaskan cahaya birunya dari tubuh BIbo. Bibo mulai bisa menggerakkan tubuhnya. Ia bisa berbicara dan berteriak kepada neneknya, memanggil-manggil neneknya. Tapi neneknya hanya diam saja tidak menyahuti panggilannya.

“Nek..nenek…apa yang terjadi dengan BIbo nek..!!”

“Mengapa BIbo bisa terbang dan melayang, meja dan kursi-kursi itu bisa berterbangan? Sedangkan nenek tidak?” teriak BIbo  dari langit-langit rumah.

“Bola apa ini nek? kenapa tiba-tiba rumah nenek seperti berubah menjadi sangat besar? Tak ada lagi dinding-dinding yang membatasi. Kita ada di mana nek?” lagi-lagi suara teriak Bibo yang tak mendapat jawaban.

Bibo semakin menjadi penasaran. Dicobanya untuk mendekati sang nenek. tapi semakin jauh. Ia tak pernah bisa memegang dan sampai pada neneknya. ia seperti berada di sebuah ruangan yang sangat luas penuh cahaya biru. Pintu-pintu rumah semakin tertutup rapat. Bibo tak bisa melihat ke luar. Ia tidak tahu apakah hari telah berganti menjadi siang.

Kaki BIbo masih menempel di bola biru berekor itu. Ia menuju dapur mencari sang nenek yang tiba-tiba menghilang. Disana tidak dijumpainya sang nenek. Ia bergerak menuju kamar nenek, apakah nenek sudah tidur. Nenek juga tidak ada di situ. BIbo masuki semua kamar yang ada di rumah nenek. Tapi nenek tidak ada. Nenek BIbo menghilang. Bukankah nenek baru bersamanya di ruang tamu tadi. Bibo coba kembali ke ruang tamu. Kursi rotan itu kosong. Tak ada nenek yang duduk di situ. Kemana nenek? BIbo berteriak-teriak memanggil neneknya. Hanya tubuhnya yang bergoyang-goyang dan bergetar keras. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara nenek yang memanggil-manggil namanya. “BIbo…BIbo…Ayo bangun! Sudah siang.”

BIbo terkejut dan terbangun. Apakah ia barusan bermimpi? Kenapa mimpinya aneh sekali? Dilihat wajah neneknya yang tersenyum kepadanya. Sepertinya ada semburat cahaya aneh yang tersembunyi di mata nenek. Ada sesuatu yang dirahasiakan oleh nenek. Apakah nenek ada kaitannya dengan mimpi anehnya?

“Kamu mimpi apa BIbo?” Tanya neneknya dari arah dapur sambi menggoreng sesuatu di wajan penggorengannya.

“Kok nenek bisa tahu kalau ia bermimpi?” tanya BIbo berbisik dalam hatinya, Mimpi aneh nek. Mimpi terbang di dalam rumah nenek.” jawab BIbo sambil merapikan rambutnya yang basah. Sang nenek hanya melirik tersenyum kepadanya dan meneruskan masakannya.

BIbo merasa ada sesuatu yang aneh di rumah nenek. BIbo berencana untuk mengetahuinya. Ia tidak yakin betul apakah tadi malam dirinya benar-benar bermimpi. Semua kejadian yang dialaminya seperti nyata. Ia terbang di atas sebuah bola. Bola itu berekor dan berwarna biru. Ada cahaya biru di seluruh ruangan rumah nenek. cahaya itu berasal dari bola biru berekor itu. Tapi bola itu asalnya dari mana ya? Kok bisa ada di rumah nenek? apa punya nenek? dari mana nenek mendapatkannya? Sekarang bola itu ada di mana? Kenapa nenek tidak mau bercerita kepadanya? Ah, apakah karena aku sangat kelelahan tadi malam, sehingga aku tertidur pulas? pikir BIbo tentang kejadian yang dialaminya semalam.

“BIbo….kok kamu masih ngelamun? Itu sarapan dulu nenek sudah siapin sarapan nasi goreng pakai sambal teri kesukaanmu.” Kata nenek BIbo sambil menunjukkan sepiring penuh nasih goreng lengkap dengan menu kesukaannya di atas meja makan. Tak menunggu perintah nenek lagi, BIbo segera bangkit dari duduknya dan menyantap sarapan yang telah disiapkan nenek untuknya.

“Wah, nek. Enak sekali nasi goreng dan sambal terinya. Nenek masih ingat aja dengan kesukaan BIbo.”
“Eh…kalau makan jangan buru-buru dan berbicara. Masih ada lagi kejutan yang akan nenek berikan buat BIbo.”

Kejutan. Kejutan apa yang akan nenek berikan kepadaku. Bisik batin BIbo.
“Nenek mau beri kejutan buat BIbo. Kejutan apa itu nek?” sontak Bibo kegirangan.
“Habiskan dulu sarapanmu. Duduk yang sopan saat makan itu.” Ucap nenek mengingatkannya sekali lagi.

BIbo Cuma diam dengan mulut sambil mengunyah teri-teri kesukaannya.
Janji nenek betul-betul ditepati. Nenek memanggilnya dari dalam kamar. Sambil duduk diatas  ranjang, nenek memperlihatkan kepadanya sepasang baju warna putih. Disisi kirinya ada gambar sebuah bola berwarna biru. Nenek tersenyum-senyum kepadanya sambil menunjukkan baju itu kepadanya. Seolah meminta pendapat BIbo mengenai baju itu.

“Bagaimana menurutmu BIbo? Apa kamu suka dengan baju ini?” Tanya nenek menghapus bayangan BIbo tentang gambar bola biru dibaju itu.

“Gambar bolanya bagus nek. Bibo seperti pernah melihat bola biru yang ada di baju itu.” Kata Bibo meyakinkan dirinya.

Sang nenek hanya tertawa-tawa kecil saja.”Ini baju jahitan nenek sendiri. Dan gambar bola biru ini adalah kejutannya.”

“Maksud nenek?”

“Tadi malam saat kamu sampai di rumah nenek. kamu nanyak-nanyak tentang cahaya biru yang ada di rumah ini. Tapi setelah kamu meminum teh dari nenek. kamu merasa ngantuk dan tertidur.”

“Ooh…benarkah nek? BIbo tidak ingat. Hanya saja BIbo merasa berada di sebuah istana yang penuh cahaya biru dengan sebuah bola biru yang berekor. Dan Bibo bisa terbang nek dengan bola itu. Apakah BIbo sedang bermimpi?”

“Hehehe……” tawa nenek BIbo menyimpan misteri.

“Nek….kenapa nenek malah tertawa? Apakah rumah ini rumah ajaib? Kenapa BIbo sebelumnya tidak tahu.”  Tanya BIbo mendekati neneknya.

“Coba kamu pakai dulu baju ini. Nanti kamu bisa mengetahuinya.” Sang nenek menyodorkan baju yang ada ditangannya kepada BIbo.

Sesaat kemudian BIbo sudah memakai baju yang diberikan nenek kepadanya.

“Sekarang tempelkan tangan kananmu ke gambar bola biru itu.” Perintah sang nenek.

Tiba-tiba BIbo merasakan sesuatu yang aneh. Seluruh tubuhnya merasa hangat. Ada cahaya biru yang menyelimuti tubuhnya. BIbo terkejut karena di depannya, nenek tiba-tiba sudah memegang sebuah bola berwarna biru.

Baca Juga: Rumah Ajaib Nenek Bagian 1 
Perjalanan Ke Negeri Angin.

Lihat: Suara Menara Qalbu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar